Selasa, 26 April 2011

Kembar Identik Ini Berbeda Warna Kulit

VIVAnews - Anak kembar Richardson adalah pasangan kembar identik. Layton dan Kaydon berasal dari satu sel telur dan sperma. Anehnya, kedua balita ini memiliki warna kulit berbeda. Layton berkulit putih sedangkan saudara kembarnya, Kaydon, berkulit hitam.

Keduanya lahir pada 2006 dari seorang ibu keturunan Nigeria dan ayah berkulit putih.  Saat melahirkan, anak pertama yang keluar dari rahim Kerry seorang anak laki-laki dan berkulit putih. Beberapa menit kemudian ia kembali melahirkan seorang bayi laki-laki berkulit hitam.

Menurut dokter, bayi kembar identik berbeda warna kulit seperti bayi Richardson sangat langka. Peluangnya sekitar satu dalam sejuta kelahiran. Setelah si kembar, keluarga ini memiliki bayi perempuan lain, Tiyannah, yang berkulit putih.

"Sebelum si kembar lahir, saya mengira semua anak saya akan memiliki warna kulit saya," kata sang ibu kepada Daily Mail. "Tapi setelah Layton, saya tak yakin lagi," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Sang ibu merasa khawatir penampilan anak-anaknya mempengaruhi saat mereka beranjak besar dan harus masuk sekolah. Kerry membeberkan telah memberitahu Layton soal perbedaan warna kulit dengan saudara kembarnya.

Di Inggris, ditemukan pula orangtua berkulit hitam dengan anak yang memiliki kulit putih, bermata biru dan berambut pirang. Dokter menyebut anak pasangan Ben dan Angela Ihegboro, bayi Nmachi tidak mengidap albino namun kejadian medis yang sangat langka.

"Dia adalah anak saya. Dia adalah seorang bayi cantik, bayi keajaiban," ujar sang ayah yang berbahagia.
sumber : vivanews.com

Rabu, 13 April 2011

Serama Vs Dede Yusuf

Sekjen PAN Sindir Dede Yusuf dengan Hikayat Malin Kundang  Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sekjen PAN Taufik Kurniawan mengimbau semua kader PAN untuk setia pada partai yang telah membesarkannya. Taufik berharap tidak ada kader yang berperilaku seperti Malin Kundang, setelah dibesarkan lantas meninggalkan PAN.

"Dalam menentukan kemurnian kader 24 karat hanya waktu yang bisa menentukan. Jangan seperti Malin Kundang yang mengkhianati ibunya yang telah melahirkan di saat Malin Kundang telah meraih kesuksesan. Ya kita hanya bisa mendoakan semoga semuanya baik-baik saja termasuk buat Dede," tutur Taufik Kurniawan kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).

Menurut Taufik, sebagai kader partai politik, seharusnya berpegang teguh pada faksun politik. Apalagi, menurut Taufik, partai politik juga telah membesarkan nama kader tersebut.

"Dengan demokrasi atau kebesaran partai, dari penjual koran, tukang ojek atau artis bisa menjadi bupati dan wakil bupati hingga kepala daerah. Pada saat kita menjabat aktif dan masih berperan jabatan itu karena partai, maka kita terinspirasi pada hikayat Malin Kundang," sindir Taufik.

Namun demikian, menurut Taufik, rencana seorang kader yang berpindah ke partai lain adalah keputusan pribadi yang tidak bisa diintervensi partai. Termasuk keinginan Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, yang sudah dibesarkan PAN dan hendak berpindah ke Partai Demokrat.

"Jika ada kader yang pindah ke partai lain, kita tidak dalam posisi ikhlas atau tidak ikhlas. Jika mau pindah tentunya ada keputusan pribadi alasan politiknya. Masih banyak kader militan di PAN, hanyalah waktu yang bisa menentukan kemurnian kader dalam berpolitik demi kepentingan rakyat banyak," terangnya.

Khusus di wilayah Jawab Barat, PAN hendak meningkatkan konsolidasi. PAN akan mengejar ketertinggalan di DPRD Jabar tanpa Dede Yusuf.

"Saat ini Jawa Barat termasuk wilayah daerah prioritas untuk penggemblengan kader untuk pengembalian kursi semula yakni yang awalnya 8 kursi untuk DPR, kini hanya menjadi 3 kursi. Dimana saat itu Dede Yusuf menjadi Wakil Gubernur Jabar. Dan kita ingin kembalikan jumlah kursi itu di 2014," tandasnya.

(van/mpr)

Bagaimana dengan serama? Beberapa serama yang berhasil menjadi juara setelah di besarkan dan didik Sang Majikan, setelah menjadi jawara terus pergi begitu saja. Apakah pemiliknya resah? Tidak juga ternyata, Sang Majikan malah tersenyum lebat, bak aspal berlubang belum di tambal. 
Kok bisa, karena mendapat duit yang tidak sedikit tentunya, dan membesarkan nama farm asalnya. Apalagi jika dengan bandrol yang menjadi gunjingan. Nama farm bakalan melesat ke puncak kejayaan. S
Setelah berpindah tangan, ternyata Sang Ayam masih bisa mengangkat nama farmnya.  terbukti beberapa jawara masih dicari asal-usulnya. Fenomena ini kebalikan dari keadaan PAN dan Dede Yusuf-nya. Nah dalam kasus serama, siapa yang Maling Kundang? 

Selasa, 12 April 2011

Peneliti LIPI Indikasikan Siklus Ulat Bulu 3-4 Hari Lebih Cepat

Jakarta - (sumber detik.com)Secara rata-rata, siklus hidup telur, larva (bentuk ulat) hingga menjadi kupu-kupu malam (ngengat) adalah sekitar 30 hari. Namun peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengindikasikan siklus hidup ulat bulu sekarang lebih cepat 3-4 hari.

"Ada indikasi siklus hidupnya lebih cepat. Mungkin 3-4 hari lebih cepat. Secara khusus LIPI belum meneliti ini, namun beberapa penelitian dari luar LIPI telah mempublikasikannya. Siklus pendek ini merupakan gambaran umum dari perubahan ekosistem," ujar peneliti Serangga Bidang Parasit LIPI Dr Rosichon Ubaidillah dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/4/2011).

Siklus yang lebih pendek ini, menurutnya terjadi manakala terpenuhinya host plant atau inang sehingga menyediakan suplai makanan bagi makhluk tersebut. Berdasar teori fisiologi serangga, kurangnya makanan bagi serangga akan membuat siklus hidupnya lambat. Sebaliknya, jika tanaman yang menjadi makanan baginya sedikit maka siklus hidupnya lama.

Dia menjelaskan, fase telur membutuhkan waktu 6-7 hari. Di fase larva ada 4 tahapan isntar yang masing-masing instar membutuhkan waktu 3-4 hari. Setelah itu, masuk fase pre-pupa yang butuh waktu 2 hari. Lalu di tahapan pupa butuh waktu 7 hari.

"umumnya sekitar 26-30 hari. LIPI belum secara spesifik melakukan penelitian itu. Tapi dari perubahan ekosistem, ada indikasi itu," Imbuh Rosichon.

Dia menuturkan, rangkaian perubahan ekosistem berpengaruh terhadap komponen ekosistem. Komponen ini berubah ketika ada hal-hal di alam yang berubah. "Dulu serangga jenis ngengat atau kupu-kupu malam ini terkonsentrasi di beberapa kawasan hutan. Famili Lymantridae umumnya hidup di hutan dataran rendah," terang Rosichon.

Hutan dataran rendah yang banyak terdapat di Jawa dan Sumatera, menurutnya, sudah banyak berkurang dan berubah. Selain itu terdapat penanaman pohon secara homogen, yakni jenis mangga-manggaan atau dari suku suku Anacardiaceae menjadi makanan bagi larva jenis Lymantridae.

"Jadi hanya serangga yang tersedia makanannya secara homogen yang populasinya meledak. Dalam teori entomologi (ilmu yang mempelajari serangga), dinamika populasi dipengaruhi beberapa faktor yaitu abiotik dan biotik," tutur Rosichon.

Faktor biotik adalah adanya musuh alam dari ulat bulu dan ngengat, yakni berupa predator, parasit dan patogen atau agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Sedangkan faktor abiotik adalah musuh yang bukan berasal dari alam.

Ulat bulu menjadi masalah di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti di Probolinggo dan Jombang, Jawa Timur, serta Kendal, Jawa Tengah serta kota di Bali. Warga sejumlah daerah lainnya juga melaporkan ulat bulu, seperti Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang menyerang pepohonan. Tidak hanya itu, ulat bulu pun masuk ke rumah warga. Akibatnya sejumlah warga pun resah.

(vit/nrl)

Bagaimana jika di jadikan extra fooding serama, bisa nggak ya? Dari komposisi protein, ok kan? Dari sisi ekomoni, yahut. Murah meriah, gratis dan dapat penghargaan.
Ayo siap yang tertarik?

Rabu, 06 April 2011

Pesona Sejengakal!


Jangan anggap remeh jengkal ada! Siapa sangka yang sejengkal bisa bikin orang ketawa bahagia. Apalagi jika niat dijual, bisa laku puluhan juta. Mau tahu jawabnya, serama!
Sosoknya terkesan angkuh tapi anggun karena setiap saat membusungkan dada gaya berjalannya bak seorang pasukan paskibraka. Anggun sungguh ketika Ayam sat ini melangkah. Selangkah demi selangkah. Ada juga yang gayanya terpatah patah. ajib, sakti abiis! Namun, justru karena itu orang jatuh hati. Apalagi tingginya cuma sejengkal dan ukuran tubuhnya sekepalan tangan, sehingga ia dinobatkan sebagai ayam terkecil di dunia.
Itulah ayam serama yang kini naik daun. Di panggung, serama bagai peragawan yang anggun dan gagah. Kriteria serama kualitas super.  Perawatan, kandang, pakan, dan penanganan penyakit mudah tapi tidak boleh sembarangan. Wajarlah jika ketelatenan adalah syarat utama mendapatkan hasil yang maksimal. Berdasarkan pengalaman para penangkar, hobiis, dan pemilik serama-serama jawara baik di Indonesia dan Malaysia. Perawatan yang tepat adalah kunci sukses disamping bakat bibit yang juga oke!

Selasa, 05 April 2011

Wow, Nafsu Si Kecil Luar Biasa

Jakarta, Indonesia (News Today) - Hampir setiap hari binatang ini melakukan aktivitas seksualnya. Hasrat seksualnya pun mencapai puncak saat pagi dan sore hari. Itulah serama, ayam asal Malaysia, yang hanya memiliki bobot sekitar 300 gram atau setara dengan tiga buah apel.

Selain dikenal sebagai ayam yang angkuh karena sering berjalan sambil membusungkan badan, ia pun terkenal memiliki nafsu yang luar biasa. "Nafsunya memang tinggi. Setiap hari puncaknya itu pada pagi dan sore," ucap Akmal, pencinta sekaligus pengembang biak serama, Minggu (16/1/2011), saat dijumpai Kompas.com, dalan kontes Trubus-Serama Cup 2011 di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Meski memiliki nafsu yang tinggi, Akmal mengungkapkan, daya retas serama sangat rendah. Hal tersebut lantaran ukuran tubuh betina sangat kecil sehingga ketika pejantan melakukan penetrasi sering kali gagal. "Daya retasnya paling hanya 50 persen. Ini bergantung saat kawin karena postur kecil jadi sulit masuk. Maka dari itu sering kali dibantu, jadi betinanya dipegang nanti jantannya yang naik," ujar Akmal.

Selain itu, rendahnya daya retas juga karena kondisi cuaca. Kondisi suhu dingin akibat musim hujan membuat serama sering kali stres sehingga proses perkembangbiakan pun berjalan lamban.

Sementara itu, untuk mengikui kontes, serama jantan biasanya dikandangkan alias tidak boleh bergaul dengan serama lain apalagi kawin dengan betina, demikian juga sebaliknya. Hal ini karena serama bisa tampil prima saat hasratnya memuncak dan juga untuk menjaga kualitas bulu serama.

"Soalnya, serama ini suka iseng, saat kawin dia suka matok-matokin leher pasangannya, jadi bulu-bulunya copot," ujar Akmal.

Untuk menurunkan hasrat seksual serama sebelum bertanding dalam kontes, makanan pun diperhatikan yakni dengan memberikan pangan yang mengandung protein seperti pur, minyak ikan, atau jagung.

Untuk bisnis pengembangbiakan serama ini, diakui Akmal, tidak memerlukan banyak biaya perawatan. Untuk 15 ekor serama yang dimilikinya, Akmal biasa menghabiskan sekitar Rp 100.000 untuk biaya makanan. "Namun, kisaran harga serama sangat tinggi. Harga anakan umur 2-1 bulan saja bisa Rp 300.000-Rp 500.000, yang impor bisa sampai Rp 500.000-Rp 1 juta. Ayam sekarang yang di tempat saya sudah dipesan-pesanin, bahkan ada yang inden," ujar Akmal.

Source : kompas

Sombong tapi lucu. Apa itu?

Jakarta-Pak Rudi, teman sekantor, pernah menghajar orang karena dia sombong. " Orang dia sering berlagak sama orang lain. Sama oranr tua tidak mau hormat. Saya hajar saja! Biar tahu diri dia!" Kenangnya bangga. Klo orang yang sombong, boleh dihajar. Patut kita berperan serta juga untuk menghajarnya, apalagi dijalan, ada orang sombong timpukin saja. " Emang ini jalan punya nenek moyang, Lo?" teriak orang-orang Jakarta, saat melintas anak muda dengan motor kencang dan egois didepannya.

Tapi  sombong yang ini berbeda! Sombong tapi bikin kita geli. Apakah gerangan? Ayam jawabnya. "Ayam sombong, bagaimana ceritanya?" "Memang dia sering kebut-kebutan dijalan?" atau " Mungkin dia, sering tidak hormat sama orang tua?" Tidak juga ternyata! Sombong karena ayam ini walau kecil, lagaknya saat berjalan minta ampun! Berjalan santai, angguh dan dadanya diangkat. Seolah ingin menantang siapa saja yang mendekat. Benar juga saat bertemu dengan ayam bangkok yang besar tubuhnya 10 kali lipat lebih dari badannya, dia langsung memasang ancang-ancang menyerah. Selangkah kemudia, seet! Yang punya sikap menangkapnya! "Untung masih sempat," batin pemiliknya lega. " Kalau tidak bakalan habis dia dihajar ayam bangkok! Maklum walau sombong, tenaganya tidak sebanding! Menang gertak aja, kalau orang Tanah Abang bilang. "Jangankan sesama ayam, kita manusia saja ditantang!" ujar pemiliknya.

Secara alami ayam yang satu ini memang suka membusungkan dadanya. Hal ini dilakukan ayam untuk menutupi kekecilan tubuhnya, agar Sang Lawan jatuh mentalnya. Dialam, membusungkan dada untuk memperbesar ukuran tubuhnya. Agar dikiran oleh musuh, dia berbahaya. Sehingga ditangan hobis, jadilah catwalk sebagai saranya menikmati kelucuannya. Ayam sombong kita berdayakan!

Sombong disini lucu karena pertama di ayam, binatang paling lebah didunia (makanya jangan bangga di terikin Chiken), kedua dia kecil! "Lucu banget pokoknya!" ujar Siska. Ada-ada saja kelakuan ayam ini. Saat di catwalk layaknya seorang model, serama, ayam asal Malaysia. Bahkan, saat berjalan di atas catwalk pun, dada ayam ini selalu dibusungkan yang semakin mengesankan keangkuhan dari ayam. Padahalhanya setara dengan bobot buah apel ini.
"Dada membusung yang menunjukkan sikap angkuh ini yang justru buat banyak orang jatuh hati. Dia sangat unik," ujar Edi, seorang kolektor Serama asal Kediri.

Serama berbeda dengan jenis ayam pada umumnya. Pasalnya, postur tubuh Serama begitu kecil, bobotnya hanya sekitar 300 gram. Alhasil, American Poultry Association (APA) dan American Bantam Association (ABA) menobatkan serama sebagai ayam terkecil di dunia. Ayam kerdil ini pun gemar sekali menarik kepalanya ke belakang hingga membentuk huruf S. Namun, kelihaian serama di atas catwalk memang tidak selamanya bisa terjadi. Layaknya, manusia, serama pun juga sering kali mengalami bad mood. Apabila sedang tidak berhasrat tampil, saat kontes dimulai pun sang ayam hanya berjalan hilir mudik kebingungan sambil menggigiti bulu-bulunya.

Selain tangkas dalam berlenggak-lenggok di atas catwalk, serama juga memiliki ekor lawi yang menjulang hingga sering kali dipersonifikasikan sebagai Sri Rama, tokoh dalam cerita wayang. Memang konon, serama ini merupakan ayam hasil persilangan antara ayam kapan atau kate berkaki panjang dan ayam modern game batam di tahun 1971.Sang pemrakarsa, Wee Yean Een, pun akhirnya memberikan nama Sri Rama. Akan tetapi, karena logatnya berbeda, pengucapam Sri Rama pun akhirnya menjadi "serama" hingga kini. Namun, meski berpostur cebol, nilai serama kini mencapai puluhan juta.

Semakin kecil ukurannya dan terlihat proporsional, harga semakin meroket hingga Rp40 juta-Rp 50 juta per ekor. Apalagi kalau corak bulunya terang membuat harganya bisa sampai Rp 60 juta per ekor. "Dengan semakin, seringnya dia ikut kontes apalagi juara, nilai jual ayam akan semakin meningkat," ucap Edi.

Jadi, apakah Anda tertarik mulai mengoleksi serama si ayam sombong ini?

Lucunya! Kartu Kredit Dianggap Sebagai Penghasilan Tambahan Herdaru Purnomo - (detikFinance )

Selasa, 05/04/2011 15:38 WIB 
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan saat ini banyak nasabah yang salah kaprah dalam memaknai penggunaan kartu kredit. Sejatinya kartu kredit hanyalah sebagai alat pembayaran namun justru banyak konsumen menganggap sebagai penghasilan tambahan.

Ketua Tim Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan BI, Sondang Martha Samosir mengatakan, para nasabah jangan pernah sekalipun menganggap kartu kredit sebagai alat untuk menambah penghasilan.

"Jangan pernah kita berpikir kartu kredit untuk menambah penghasilan. Yang terjadi seperti itu, memang ini sebagai penghasilan dan ini yang keliru padahal sebenarnya kartu kredit ini satu sarana untuk mengganti uang tunai untuk pembayaran. Artinya bahwa kalau kita punya kartu kredit dan kita menggunakannya tentunya akan ada kewajiban di kemudain hari beserta bunga dan  cicilannya," ujar Sondang di acara diskusi di Kantor Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Sondang mencontohkan, misalnya seorang nasabah dengan penghasilan per bulan sebesar Rp 5 juta, mempunyai beberapa kartu katakannya 5 kartu kredit. Kartu kredit yang dimilikinya setiap kartu mempunyai limit sampai Rp 10 juta tapi karena dia punya 5 kartu berarti ada dana Rp 50 juta.

"Nah, yang harus diperhatikan nasabah adalah bagaimana menerapkan dana penghasilan Rpp 5 juta dapat mengcover tagihan yang mempunyai nilai hingga Rp 50 juta. Ini harus disiapkan," ungkap Sondang.

Sondang juga menjelaskan, ketika nasabah terlambat membayar kartu kredit maka perlu diperhatikan mengenai komponen bunga. Menurutnya, sebelum mendaftar kartu kredit setiap nasabah harus mengetahui mengenai mekanisme pembayarannya.

"Dan ini yang harus dijelaskan dari tranparansi produk oleh bank. Supaya nasabah paham kalau dia produk perbankan harus bijaksana dengan produk yang dipunyai itu dan dampaknya," ungkapnya.

Lebih jauh Sondang mengatakan, ketika nasabah tidak bisa membayar tunggakan kartu kredit karena beberapa alasan seperti usaha bangkrut, PHK dan sejenisnya maka nasabah bisa mengadukan ke pihak bank. Pihak bank, lanjut Sondang dapat melakukan restrukturisasi kredit ataupun diskonto.

"Jika ada itikad baik dari nasabah maka pihak bank wajib untuk memberikan keringanan. Jika nasabah mempunyai masalah misalnya pihak bank mewajibkan harus membayar ataupun nasabah merasa dirugikan maka bisa mengadukan ke BI bidang mediasi," jelas Sondang.

Mediasi yang difasilitasi Bank Indonesia ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 10/1/2008 tentang Mediasi Perbankan di mana menjelaskan mengenai penyelesaian sengketa perbankan dengan cara yang sederhana, murah, dan cepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada bank.

Selain itu, hasil mediasi yang merupakan kesepakatan antara nasabah dan bank dipandang merupakan bentuk penyelesaian permaslaahan yang efektif karena kepentingan nasabah maupun reputasi bank dapat dijaga.

(dru/hen)