Rabu, 11 April 2012

Hati-hati bagi Pemula (Agar Memahami Kontes Serama)

"Ini serama grade A kok lebih murah dari grade B? Kok bisa?" tanya Budi, pemula yang sedang menawar serama di salah satu farm. Ada juga kasus Wahyu seorang pemula yang mencari serama disela-sela ramainya kontes di kawasan Jakarta Pusat. Wahyu medapati pedagang yang menjamin jika gede nanti serama anakan yang ia jual akan memiliki grade A. Pengalaman pemula yang berburu serama berkualitas, beraneka ragam. Kesimpang siuran dan malas bertanya membuat ekspektasi mereka akan grade serama menjadi keliru.
Grade dalam serama hanya ada di arena kontes. Grade dalam serama tidak menggambarkan bagus tidaknya serama secara mutlak. Benar adanya semakin kecil serama semakin bagus mutunya. Namun bukan berarti klo serama kecil pasti bagus secara mutlak. Dalam kontes serama disamping kecil fisiknya, mental harus berani ditunjukkan dengan tempramen/perangai ayam dan aksesoris (bulu, jengger, kaki dan lainnya), serta yang tidak kalah penting adalah gaya pas dimeja kontes.
Bayangkan, bagus mana jika serama dengan berat 200 gram, tapi tidak bergaya di meja dengan serama dengan berat 400 gram tetapi bisa jetslam dan getar. Dalam kasus tersebut juri akan bingung membandingkan kedua serama tersebut. Akan ada polemik saat penjurian tergantung selera juri. Juri yag satu mungkin akan mementingkan ukuran ayam sedangkan juri lainnya akan mengganggap gaya serama lebih penting. Guna mengatasi polemik tersebut dibuatlah klasifikasi berdasarkan berat badan, yang dewasa ini berkembang tidak hanya berat badan namun juga ciri-ciri fisik lainnya. Jadi grade dalam kontes merupakan upaya mengklasifikasian serama saat kontes. Ibarat tinju, sangat tidak adil jika petinju kelas bulu bertarung dengan petinju kelas berat.
Ada berapa klasifikasi serama saat kontes, tergantung panitia kontes tersebut. Masing-masing kontes memiliki kelas kontes yang dilombakan berbeda-beda. Dalam menggelar acara kontes, panitia akan mempertimbangkan kesanggupan menyediakan sarana (juri, meja kontes, piagam, piala dan sebagainya) dan animo peserta dalam kelas tersebut. Fersi lengkap kelas kontes terbagi menjadi :
1. Dewasa Grade A
Karakteristik yang dipakai untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, yang ditunjukkan dengan tumbuhnya lawi secara maksimal dan berat ayam kurang dari 360 gram. Ini merupakan kelas paling bergengsi di arena kontes. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Utama dibeberapa kontes.





2. Dewasa Grade B


Karakteristik yang dipakai untuk kelas ini, adalah usia ayam sudah dewasa, yang ditunjukkan dengan tumbuhnya lawi secara maksimal dan berat ayam antara 360-450 gram. Ayam-ayam yang berlomba dikelas ini merupakan ayam yang memiliki katakter bagus namun memiliki ukuran yang agak besar diarena kontes. Kelas ini sering disebut juga dengan Kelas Madya dibeberapa kontes.





3. Betina Dewasa
Pada kelas ini di perlombakan betina-betina yang harus bergaya seperti layaknya serama jantan. hanya kolom penilaian lebih simpel dari pada kelas dewasa jantan. 








4. Kelas Dewasa Tanpa Lawi
Adakalanya serama mabung/tanggal bulu atau suatu sebab sehingga lawinya (ekor pedang) tanggal. Jika ayam diperlombakan di kedua kelas diatas, akan sulit bersaing dengan ayam-ayam lain yang memiliki lawi, karena lawi juga mendapat nilai saat kontes. Akhirnya dibentuklah satu kelas yang mengkhususkan penilaian dengan menghilangkan kolom penilaian untuk lawi. Adakalanya kelas ini merupakan kelas paling panas dikontes. Hal ini dikarenakan ayam-ayam jawara yang karena suatu sebab lepas lawinya masuk kelas ini. Tidak jarang ayam dari kelas ini dapat meraih Best on The Best di kontes.

4. Jantan Muda
Sudah menjadi berita umum bahwa ayam serama semakin menunjukkan karakternya seiring dengan bertambahnya usia. Dengan bertambahnya usia, serama semakin tarik, dadanya membesar bahkan keluar getar (salah satu gaya dalam kontes). Serama-serama muda yang belum maksimal gaya dan karakternya akan masuk kelas ini. Namun tidak ada patokan baku berapa usia yang diijinkan untuk bisa masuk kelas ini menjadi polemik tersendiri. Beberapa panitia mengunakan metode hitung bulu ekor, ada juga yang melihat taji jengger dan sebagainya.


5. Betina Muda
Serupa dengan jantan muda, bedanya hanya jenis kelamin
6. Jantan Remaja
Kasus dan dasar pemikiran sama seperti Jantan Muda, hanya Kelas Jantan Remaja usia ayam lebih muda dari Jantan Muda. Pada kelas ini keadaan ayam tepat setelah menanggalkan status anakannya. Ciri fisik yang tampak adalah munculnya kulit jengger di sekitar muka dan bulu rawis di leher dan pangkal ekor sudah tumbuh.




7. Betina Remaja
Serupa dengan Jantan Remaja Jantan hanya beda jenis kelamin.
8. Anakan
Ini merupakan kelas paling banyak pesertanya di even-even kontes serama. Pemain pemula umumnya banyak yang turun dikelas ini. Kelas anakan di bagi menjadi 6 kelas dengan mempertimbangkan usia (kedewasaan anak ayam) dilihat dari ciri-ciri fisiknya seperti jengger dan bulu. Ada juga yang membedakan kelas ini berdasarkan berat badan ayam. Hal ini dilakukan untuk lebih akuratnya membagian kelas pada level anakan, yang tidak adda ciri-ciri fisik yang menonjol yang disepakati pemain serama (jengger dan bulu pada masing-masing anak ayam tergantung genetik). Pengunaan kriteria pada kelas ini tergantung dari kebijakan panitia lomba.
- Anakan A jantan (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
- Anakan A betina (usia 1-2,5 bulan atau dibawah 120 gram)
- Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
- Anakan B jantan (usia 2,5-3,5 bulan atau 121-160 gram)
- Anakan C jantan (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram )
- Anakan C Betina (usia 3,5-5,5 bulan atau anakan lebih dari 161 gram)



Senin, 09 April 2012

Type-type Serama

Serama, ayam kecil yang sedang naik daun. Ibarat magnet bagi peminat hobi unggas, keberadaan serama menjadi primadona baru hobis dunia unggas. Dengan keberaan kontes kecantikan serama menambah kuat magnet. Perawakannya yang kecil, menjadikan pemeliharaan serama menjadi sangat praktis. Memelihara serama tidak membutuhkan lahan yang luas, dan makanannya pun sedikit sehingga kotorannya tidak banyak. Disamping itu, ayam ini tidak memerlukan perawatan yang ekstrim. “Namanya unggas, mabung itu pasti. Cuma kalo serama selesai mabung, ya sudah. Dijemur dan panas-panasin pake serama lain. Udah narik lagi. Bisa buat maen (kontes,red) lagi.” kata Anto, hobiis serama di Daerah Ciputat. “Beda sama burung, yang memendam resiko suara berubah sehabis mabung, paling parah gak bisa bunyi lagi” lanjutnya.
Besarnya animo masyarakat untuk memiliki serama, membuat farm-farm mulai berlomba menjawab kesempatan tersebut. Namun minimnya pengetahuan pemula, membuat harapan meleset dari kenyataan. Mengetahuan dasar yang harus dimiliki pemula sebelum hunter serama, adalah pemahaman tipe serama. Sebelum hunting serama, ada baiknya pemula tahu benar macam type serama dan tahu ciri-cirinya.
Secara umum tipe serama ada 3. Namun tidak semua orang tahu pada awalnya hanya ada 2 tipe. Sedangkan tipe serama yang ketiga adalah turunan dari 2 serama terdahulu.
1. Tipe Slim.
Serama tipe ini, adalah tipe serama yang pertama kali ditemukan, dan sempat lebih dari 10 tahun menjadi primadona hobiis serama. Ayam kecil yang dulu, orang tahu hanya kate, hadirnya serama dengan tipe slim adalah tonggak awal dikenalnya varietas ayam serama. Posturnya yang tegap, bak serdadu yang siap berperang, menjadikan serama populer dengan ayam sombong. Beda dengan kate yang bertubuh agak besar dibanding serama dengan kaki pendek dan besar. Serama tipe slim memiliki tubuh proporsional layaknya ayam kampung, jadi tidak kelihatan bantat. Proporsional yang dimaksud disini adalah besar tubuh proporsional dengan bentuk kepala dan panjang kaki. Meminjam pemahaman akan bonsai, bonsai akan berbeda dengan tonggakan kayu. Bonsai adalah miniatur pohon dialam bukan paham kerdil. Demikian juga serama bukan ayam kerdil tapi ayam mini.
Tipe ini selama masa kejayaannya 10 tahun lebih, telah mengalami berbagai penyempurnaan dari tahun ketahun, seiring semakin selektifnya hobiis dan penyilangan-penyilangan yang dilakukan. Penyempurnaan tersebut diantaranya adalah serama yang pada awalnya berbobot kurang dari 650 gram, semakin tahun semakin disempurnakan dengan bodi yang semakin kecil. Pada akhirnya tipe ini hanya berbobot 300 gram bahkan kurang.
Tidak berhenti sampai disitu saja, hobiis mulai melakukan seleksi untuk mendapat serama dengan sayap yang jatuh. Artinya ujung sayap sampai menyentuh lantai. Ditambah dengan postur yang tegap sempurna, sehingga mirip sekali dengan serdadu yang sedang siaga sembari memanggul senapan. Dengan semakin banyaknya serama dengan kualitas bagus, dunia kontes juga mengalami perubahan dengan ditambahkannya kriteria gaya dalam kontes. Awalnya kontes serama yang penting adalah kecil dan enak dilihat.
2. Tipe Appel
Serama tipe apple atau lebih poputer dengan istilah bold, adalah serama yang diperkenalkan kekhalayak pada tahun 2003-2004. Karekter yang membedakan dengang tipe sebelumnya adalah tegapnya serama dengan dada besar sehingga jika melakukan tarikan kepala bisa berada di belakang punggung. Jika dilihat dari depan hanya jenggernya saja yang terlihat, atau lebih poputer dengan istilah jetslam. Keberadaan serama tipe ini, adalah tonggak baru serama moderen.
Berbeda dengan serama tipe slim, serama ini memiliki tubuh dengan tipe botal dengan kaki yang agak pendek, sehingga mirip dengan buah apel. Serama tipe apel sebenarnya memiliki silsilah penciptaan dengan line (garis) keturunan dari tipe slim. 

3. Tipe Ideal
Serama tipe yang terakhir adalah tipe ideal. Melihat kondisi bahwa masing masing tipe memiliki kekuarangan, memunculkan minat hobi untuk menyilangkan kedua tipe serama yaitu tipe slim dan tipe apple. Dari hasil penyilangan tersebut memunculkan tipe serama ideal. Setelah beberapa tahun berjalan diperolehnya tipe serama yang diimpikan, yaitu serama denga proporsi tubuh ramping dengan dada yang besar. Inilah serama moderen yang kita kenal sekarang banyak dipakai kontes.
Kendati demikian untuk memperolah serama dengan karakteristik seperti yang diinginkan tidaklah mudah, sebab darah slim atau bold masih sering muncul pada keturunannya. Dari 100 anakan yang lahir dari persilangan serama ini, hanya 8-5 ekor yang sesuai dengan keinginan. Sehingga serama yang memiliki bodi ideal berkualitas kontes harganya masih terbilang mahal.        

Kamis, 29 Desember 2011

Arti Penting Kandang/Rebah Bagi Serama

Serama sombong dengan dada membusung, yang dengan lincahnya berlenggak-lenggok di catwark adalah dambaan setiap hobies serama. Tubuh mungil yang hanya memiliki berat 300gram dengan sejuta gaya mampu membuat orang berdecak kagum. “ Menggemaskan sekali Bunda!” Kata Chika di sela-sela hirup tepuk tangan peserta kontes serama di sebuah kota di Jawa Tenggah.
Untuk memdapatkan serama dambaan, adalah pekerjaan rumah besar bagi hobies. Serama dengan trah bagus belum tentu menjadi bagus juga. Malah tak jarang jadi gembrot dan ber size besar. Serama dengan bandrol mahal, waktu anakan bahkan sering menjadi jawara di beberapa even belum tentu dewasanya sejumawah sewaktu anakan. Beberapa kasus membuktikan kesalahan perawatan menjadi biang rusaknya mutu serama.
Disamping pola makan, perawatan dan latihan, kandang menjadi sesuatu yang vital bagi serama. Kandang merupakan tempat hidup setiap hari bagi serama, jadi kondisi kandang memiliki dapak yang signifikan bagi Sang Ayam. Disamping harus mudah dibersihkan agar serama sehat, banyak modifikasi yang dapat dilakukan agar kandang mampu mendongkrok mutu ayam. Jadi kandang bagi serama tidak hanya tempat hidup, tetapi salah satu sarana pelatihan bagi serama-serama.
Serama dinilai berdasarkan penampilan fisiknya. Serama yang bermutu bagus harus kecil, mampu berdiri tegap, kaki jenjang, dada membusung dan berkarakter lincah serta angkuh. banyak faktor yang berasal dari keturunan, namun keturunan tanpa pelatihan belum tentu maksimal. Untuk memaksimalkannya, kita dapat memanfaatkan kandang sebagai sarana hidup bagi serama. Bukan menciptakan yang tidak ada, tetapi lebih pada bagaimana memaksimalkannya.

Luas Kandang/Rebah
Kandang yang kecil membuat pergerakan ayam jadi terbatas. Hal ini membuat gerak ayam jadi susah, menjadi ayam malas bergerak. Pada saat ayam melakukan tarikan resiko cereda menjadi lebih besar, karena otot kurang terlatih. Pada tingkat lebih parah, sasis akan melintir sehingga ayam menjadi cacat.
Ada beberapa seramania senior menyarankan untuk menyekap serama ketika akan kontes. Memang jika penyekapan dilakukan serama akan cenderung narik. Namun penyekapan disini bukan berarti harus ditempat sempit, melainkan di tempat gelap agar ayam menjadi semakin agresip.
Namun jika kandang terlalu lebar kita jadi susah membersihkannya. Ayam juga menjadi over aktiv, menjadikan resiko turun meja pada saat kontes menjadi lebih besar. Kandang minimal untuk pemeliharaan berukuran lebar X panjang X tinggi adalah 30 cm X 40 cm X 40cm, maksimal 50 cm X 60 cm. Sedangkan untuk brending, bisa lebih lebar dan tidak ada batas maksumumnya, karena ayam untuk induk bukan untuk kontes.
Disain Kandang
Kandang bisa kotak maupun bulat, tergantung lahan/ tempat meletakkan kandang. Kandang ideal 25 cm dari lantai diberi papan/kain yang gelap. Hal ini bertujuan untuk membuat ayam harus berdiri tegak agar bisa melihat keluar. Ayam yang bisa berdiri tegak akan memiliki nilai tinggi saat kontes.
Serama masuk dalam hewan berdarah panas, yang lebih tahan kepada panas dari pada dingin. Sehingga penempatan kandang sebaiknya jangan terkena angin secara langsung.
Posisi Wadah Pakan
Agar serama terbiasa berdiri, wadah pakan sebaiknya ditempatkan di posisi yang tinggi sesuai dengan jangkauan ayam. Hal ini juga berlaku untuk serama yang  masih anakan. Karena serama anakan yang telah terbiasa berdiri tegak, pada saat dewasa kana memiliki karakter suka action dengan mebdiri tegak.



Jangan Diberi Tempat Bertengger.
 Serama bukan burung, sehingga jangan diberi tempat untuk bertengger. Pada saat ayam bertengger, ekor akan ditarik kedepan. Posisi ini akan menjadikan tulang punggung ayam menjadi cenderung panjang, pada saat berdiri ekor akan susah bertemu dengan kepala.
Agar kandang sehat kandang yang baek, adalah yang mudah menjaga kebersihannya. Kandang yang baek, adalah yang tidak membuat pemiliknya susah.

Kamis, 26 Mei 2011

Ulat Bulu Raksasa Mulai Serang Pemukiman



K4-11 Ulat bulu berukuran raksasa yang menyerang perkebunan mete di Gunung kidul.



GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Serangan ulat bulu raksasa yang menyerang tanaman mete di Dusun Sambeng IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, kini memasuki permukiman warga. Salah satu warga, Surono, mengatakan, pohon yang terserang ulat raksasa itu kini tidak hanya menyerang tanaman mete, tetapi juga pohon jati dan kedondong. Berpindahnya ulat bulu raksasa ini diduga karena daun mete sudah mulai habis sehingga berpindah ke tanaman yang paling dekat.
"Saat ini kami semakin dipusingkan dengan banyaknya ulat bulu yang masuk ke rumah warga, menempel di tembok dan lantai," ujarnya, Kamis (26/5/2011).
Surono menambahkan, tak banyak yang bisa dilakukan warga selain secara swadaya melakukan pembakaran ulat bulu raksasa tersebut.
Sementara itu, Simon Sartono, Kasubsi Pengendali dan Perlindungan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul, menuturkan, untuk mengatasi serangan ulat bulu di Sambeng IV, akan lebih baik dilakukan dengan mekanis dan sanitasi.  "Hal tersebut lebih efektif dan bisa menekan populasi ulat bulu raksasa ini agar tidak meluas," ujarnya. 
Upaya pemberantasan ulat bulu raksasa yang menyerang perkebunan mete di Dusun Semuluh, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, dengan metode penyemprotan menggunakan insektisida dinilai tidak efektif.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Gunung Kidul Supriyadi mengatakan, pembasmian ulat dengan insektisida harus melihat kondisi ulatnya. Jika ulat tersebut sudah dewasa, dipastikan tidak akan mati.
"Saat ulat merasa terancam, ia akan mengeluarkan cairan semacam lilin yang mampu melapisi tubuhnya dari serangan luar, seperti halnya insektisida yang disemprotkan. Insektisida akan efektif jika usia ulat masih kecil dan belum berbulu lebat," ujar Supriyadi, Kamis (26/5/2011).
Sementara itu, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul, Simon Sartono, mengatakan, melihat serangan ulat raksasa yang meluas ini, perlu upaya-upaya penanggulangan dengan cara yang cepat dan tepat.
"Memang harus dilakukan pengamatan secara intensif, jangan terlambat, hingga menjadi kupu-kupu, karena telurnya akan membuat banyak bibit baru. Jadi, salah satu cara adalah dengan melakukan pembersihan di kebun," kata Simon. 




K4-11 Sejumlah petani dibantu puluhan warga melakukan pembakaran massal populasi ulat bulu yang mulai mendekati pemukiman warga, Selasa (24/05/2011).
Penyebaran hama ulat bulu raksasa yang semakin tidak terkendali membuat warga Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, semakin resah. Sejumlah petani dibantu puluhan warga beramai-ramai membakar ulat yang dikhawatirkan semakin mendekati permukiman warga ini, Selasa (24/5/2011).
Camat Semanu, Wastana, mengatakan, pembakaran ulat bulu ini dilakukan mengingat jumlah area yang terserang begitu luas, terlebih penyebarannya mulai mendekati permukiman warga.
"Pembasmian kami lakukan dengan pembakaran. Jika menggunakan penyemprotan insektisida, dikhawatirkan akan meracuni ternak sebab tumbuhan di sekitarnya juga digunakan petani untuk pakan ternak," kata Wastana di lokasi pembakaran, Selasa.
Upaya pembakaran yang dilakukan memang belum efektif karena luasnya lahan mete yang terserang dan baru puluhan pohon saja yang bisa tertangani. "Penanganan secara menyeluruh terhadap ulat bulu ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan kelompok tani dan dinas terkait," kata Wastana.
Hingga saat ini pihak kecamatan belum melakukan pendataan terkait jumlah kerugian akibat serangan ulat bulu ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan ulat bulu berukuran jari tangan orang dewasa dan berwarna hitam kecoklatan menyerang sedikitnya 2 hektar tanaman jambu monyet di Desa Ngeposari. Pantauan di lokasi, ribuan ulat bulu itu memakan dedaunan pohon jambu hingga habis.


Rabu, 11 Mei 2011

Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)!

sumber : http://omkicau.com/2011/04/14/ulat-mengganas-stop-perburuan-kroto-mulailah-menangkarkan-kroto-bisa/

Belakangan ini kita dihebohkan dengan maraknya pemberitaan tentang serangan ulat bulu di berbagai daerah di Indonesia. Anehnya, serangan itu justru ada di kota-kota dan pinggirannya, bukan di pelosok desa, mengapa? Menurut saya, ini adalah salah satu dampak negatif dari perburuan liar burung dan kroto yang berkelanjutan.

Seperti kita ketahui, hampir di semua kota di Jawa, kita bisa menemukan pencari kroto yang berjalan hilir mudik di kebun-kebun dan pepohonan di pinggir jalan. Ya, itulah mereka para pensuplai makanan utama beberapa jenis burung peliharaan kita, seperti murai batu misalnya.
Ketika usaha perburuan kroto terus berkelanjutan tanpa menyisakan koloni untuk perkembangbiakan generasi berikut dari semut rangrang, maka inilah salah satu penyebab datangnya serangan ulat bulu. Para penghobi burung kicauan haruslah merasa berdosa.

Saya, salah satu peghobi burung, tentu saja termasuk orang yang harus merasa berdosa. Sebab, hebohnya dunia kicauan semakin memiskinkan predator alami ulat, termasuk ulat bulu. Dua di antaranya adalah burung dan semut rangrang yang ketika masih dalam bentuk larva dan pupa, yang disebut kroto, terus kita keruk dari alam. Burung dan semut rangrang adalah pemakan telur dan anakan ulat. Ketika mereka semakin menipis di alam, mengganaslah ulat!!! Bisakah kita menghentikan, meski secara perlahan, perburuan burung dan kroto? Bisa!!

Bagaimana caranya? Dorong terus penangkaran burung dan imbau terus penghentian perburuan burung liar. Bagaimana dengan kroto? Apakah juga bisa ditangkar? Bisa!! Soal penangkaran burung, ya itulah selama ini yang saya tekankan di dalam blog ini. Menangkar burung dan menangkar burung. Untuk masalah burung, barangkali memang kita sudah mahfum, dia adalah salah satu predator ulat. Bagaimana dengan semut rangrang penghasil kroto? Silakan baca terus artikel ini. Saya yakin Anda nanti akan percaya bahwa perburuan kroto adalah menjadi salah satu sumber merebaknya wabah ulat bulu di berbagai kota dewasa ini. Lantas, bisakah semut rangrang ditangkar? Bisa!! Saat ini sudah ada yang bisa menangkarkan HANYA DENGAN LAHAN SEMPIT TANPA PEPOHONAN SEGALA.

Namun dengan berat hati saya belum berhak memaparkan masalah teknis penangkaran semut rangrang karena masih menjadi “hak paten” sebuah tim yang sudah berhasil menangkarkannya dan sudah dijual komersil secara terbatas hasilnya. Dalam waktu dakat, akan digelar semacam kursus untuk penangkaran semut rangrang dengan teknis dan tata cara yang sedang dibicarakan, atau mungkin dengan cara lain yang bisa dilakukan. Karena hal itu masih menjadi “Peluang Usaha” yang bagus maka untuk mengikuti kursus atau mengetahui tata cara penangkaran serta mendapat bbitnya tentu peserta akan dikenai biaya. Soal berapa besarnya dan kapan pelaksanaannya, mohon tunggu informasi berikutnya.

Saya yakin, dalam waktu tidak lama, usaha penangkaran semut rangrang akan memasyarakat. Jika sudah demikian, maka sudah seharusnya dilakukan pelarangan perburuan liar larva dan pupa semut rangrang. Bagaimana dengan nasib para pemburu kroto? Ya tentu saja kepada mereka diberikan alternatif pekerjaan sebagai pengelola penangkaran semut dan sebagainya. Bagaimana mekanismenya? Karena ini adalah pekerjaan besar, tentu bisa dilakukan oleh sebuah lembaga dan dalam kaitan ini PEMERINTAH (daerah maupun pusat) bisa dan harus turun tangan.

Baiklah, sembari menunggu terbukanya informasi penangkaran intensif semut rangrang, kepada Anda saya sajikan artikel serba-serbi semut rangrang, kegunaannya, dan cara penangkaran semut rangrang di kebun atau pekarangan rumah. Artikel ini adalah bagian dari buku “Semut Sahabat Petani” karya Paul Van Mele dan Nguyen Thi Thu Cuc yang dialihbahasakan oleh Subekti Rahayu.

Manfaat semut rangrang untuk tanaman telah dikenal di banyak negara. Demikian pula, petani-petani di Delta Mekong (Vietnam) dan di Kalimantan Timur (Indonesia) mempunyai pengalaman mengenai bagaimana semut rangrang dapat meningkatkan kualitas buah. Buah yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan lebih segar.

Jika diamati dengan seksama, semut rangrang dapat mengganggu, menghalangi atau memangsa berbagai jenis hama seperti kepik hijau, ulat pemakan daun, dan serangga-serangga pemakan buah. Populasi semut rangrang yang tinggi dapat mengurangi permasalahan hama tungau, pengorok daun dan penyakit ‘greening” pada kebun jeruk. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh kutu daun Semut rangrang diketahui juga dapat melindungi Eucalyptus dan pohon-pohon kayu lainnya. Semut ini dapat mengendalikan sebagian besar hama pada tanaman jeruk dan mete, melindungi tanaman kelapa dan coklat dari serangan kepik, sehingga meningkatkan mutu dan jumlah hasil panen. Semut rangrang juga dapat menghalangi serangan tikus. Bukankah itu sesuatu yang mengagumkan?

Selasa, 10 Mei 2011

Transaksi On line Serama! Kenapa tidak....

“Gan, ayam yang saya terima kok beda sama yang difoto?” kata seorang pelanggan di Jogja. Setelah dirinya menerima ayam yang dipesannya pada seorang penjual di Kota “ X”. Padahal Sang Pembeli telah terlanjut menyetor pada rekening yang ditunjuk oleh penjual. Nasi telah menjadi bubur. Walau terasa hambar bubur harus tetap ditelan. Bayangan serama mini yang punya tarikan yahuut dengan berharga 4 juta, pupus sudah. Atau kisah lain, duit tidak diterima padahal ayam telah dikirim sesuai pesanan. 

Kejadian seperti ini tidak hanya dialami seorang atau dua orang saja, tapi telah jamak terjadi. Tidak hanya pembeli dari kalangan pemula tetapi yang senior pun pernah menelan pil pahit ini. Wawan brander serama dari Magelang tidak hanya sekali mengalaminya. “Dari warna bulu ayam, kanyaknya sih memang mirip ayam pesanan saya. Tapi yang ini kok nggak bisa selam? Beda dengan yg ada di foto.” keluhnya. Itu masih dapat dikatakan beruntung walau tidak sesuai masih dari jenis serama, beberapa penghobi di Jakarta pernah mendapat kiriman ayam Tema (kate serama) dan ayam Pakan. Dan hal itu masih juga beruntung, ada ayam yang sampai pada pembeli, beberapa kasus setelah uang ditransfer ke rekening penjual transaksi tidak ada kabarnya lagi.

Memang tidak ada cara sempurna, yang sepenuhnya aman, untuk menjadi solusi permasalahan kompleks yang ada pada transaksi online. Agar kejadian seperti itu tidak terjadi, tidak ada cara yang benar-benar bebas resiko. Karena dunia kita memliiki kompleksitas hubungan antar manusia, ditambah jauhnya jarak. Yang membuat semua cara pasti ada resikonya. Yang bisa kita lakukan sebenarnya hanya memperkecil resikonya saja.
Ada beberapa cara-cara yang paling aman bertransaksi jarak jauh :

1.       Bagi Penjual Pastikan Uang Telah Diterima.
Tip aman bagi penjual hanya satu dan pasti mujarap, yaitu pastikan uang telah ditranfer full klo perjanjian memungkinkan plus oangkos kirim, pastikan jumlah benar. Jangan pernah mengirimkan barang sebelum pasti uang diterima. Cara ini juga sebagai sarana mengalihkan resiko dari penjual ke pembeli.

2.       Pastikan Penjual Tergabung Dalam Sebuah Komunitas Pecinta Serama.
Cara ini dilakukan untuk memastikan eksistensi penjual di dunia serama. Logikanya adalah jika memang dirinya berbuat curang akan ada sesuatu yang dipertaruhkan (nama baik). Pastikan bahwa potensi kecurangan tidak akan dibayar murah oleh penjual. Jadi pastikan bahwa penjual berpikir panjang sebelum berbuat curang.   

3.       Pastikan Penjual Tidak Memiliki Trex Record Buruk.
Sedangkan bagi pembeli memastikan penjual memilik trex record baek itu susah. Untuk menyatakan baik, kita harus tanya sana sini, tidak efektif pokoknya. Orang bilang kebaikan segudang, jadi tidak ada artinya jika ada satu keburukan. Karena nila setetes rusaklah susu sebelangan. Artinya keburukan itu lebih cepat terdengar dan menyebar dari pada kebaikan. Agar mudah liat saja catatan negatif dia, ada tidak. Catatan negatif membuat kita waspada.

4.       Pastikan Kita Tahu Benar Identitas Asli Menjual.
Untuk memastikan rasa aman, pastikan identitas penjual benar dan asli. Untuk itu kita bisa memanfaatkan situs jejaring sosial yang telah ada, bisa twiters, facebook, friendster dan yang lain. Caranya adalah menanyakan alamat facebook. Patut curiga, jika dirinya tidak memilikinya keanggotaan di dunia maya saat dunia telah menglobal dewasa ini.
Pastikan bahwa itu adalah benar account penjual dengan meng’ add dan meminta dirinya menyetujui. Klo dirasa perlu, beri dirinya sandi/paswort lewat sms atau telp. dan minta penjual mengkonfirmasikan  kembali kepada kita lewat fasilitas di situs dengan account dia.
Jangan lupa memastikan tanggal account menjual dibuat, hentikan transaksi jika tanggal pembuatan account kurang dari 3 bulan. Dan juga untuk lebih memantapkan identitas penjual, pastikan account penjual aktive (bisa dilihat dari up date status terakhir) dan isinya bermutu bagus (tidak jorok, porno, saling mengolok dan sejenisnya). 

5.       Jangan Lekas Puas Hanya Dengan Satu Foto Ayam.
Kondisi ayam tidak sesuai dengan pesanan dan bayangan kita. Hal itu sering sekali terjadi, karena pada umumnya ayam serama difoto pasti saat eksen/selam. Padahal karekteristik ayam berbeda-beda. Ada yang suka action, ada yang sekali-kali saja. Keadaan waktu action pun berbeda-beda, mungkin pas di foto action ayam lagi maksimal dan celakanya peristiwa seperti itu jarang atau mungkin hanya sekali seumur hidup ayam. Nah, hal tersebut dapat diminimalkan dengan meminta foto/gambar lebih dari satu dengan anggel yang berbeda. Mau aman lagi, minta rekaman vedio. Hal ini sedikit merepotkan penjual dan umumnya hanya dilakukan pada trasaksi bernilai diatas 10 juta.

6.       Ajaklah Menjual Bercakap-Cakap Lewat Telepon.
Tujuan utama langkah ini bukan hanya sekedar basa-basi tetapi untuk memastikan habit penjual dengan mengajaknya bicara lewat telepon. Pastikan penjual memiliki karatker yang baik dengan mengajaknya bercakap di telepon. Pastikan bahwa penjual memilki tutur kata sopan, bertanggung jawab  dan mampu menghargai orang lain sebagaimana mestinya. Bagi penjual, jika pembeli melakukan langkah ini dapat sebagai sarana mempromosikan ayam serama yang lain.

7.       Mintalah Foto Terbaru.
Adakalanya serama yang dijual murah berpenyikit. Hal ini menjadi sangat malah ketika sudah sampai kerumah. Penyakit akan menyebar dan membunuh koleksi kita yang lama juga. Jadi penting untuk memaksikan ayam dalam kondisi sehat. Tidak ada cara yang ampuh, bahkan pedagang ayam kampung yang telah memiliki jam terbang telah dari 10 tahun pernah juga kecolongan. Penting untuk memastikan kondisi ayam, meminta foto terbaru dari Sang Ayam. Jika ketuju langkah tadi tidak menimbulkan kecurigaan, pastilah informasi dari penjual memiliki keakuratkan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi mintalah keterangan untuk memastikan kodisi kesehatan ayam dan mintalah keterangan keadaan ayam lain, apakah ada yang sakit. 

8.       Minta Referansi Teman.
Langkah terakhir adalah minta referensi teman tentang penjual.

Selamat bertansaksi, semoga suskes dan Anda tidak perlu kecewa karena hobi adalah kesenangan bukan untuk kesusahan. Dan jangan berkecil hati, yakinkan diri Anda bahwa Anda tidak sendiri. Jika Anda mengalami kejadian buruk, ceritakan pada teman mungkin pengalaman Anda akan menjadi cara preventif transaksi on line bagi teman lain.

Selasa, 26 April 2011

Kembar Identik Ini Berbeda Warna Kulit

VIVAnews - Anak kembar Richardson adalah pasangan kembar identik. Layton dan Kaydon berasal dari satu sel telur dan sperma. Anehnya, kedua balita ini memiliki warna kulit berbeda. Layton berkulit putih sedangkan saudara kembarnya, Kaydon, berkulit hitam.

Keduanya lahir pada 2006 dari seorang ibu keturunan Nigeria dan ayah berkulit putih.  Saat melahirkan, anak pertama yang keluar dari rahim Kerry seorang anak laki-laki dan berkulit putih. Beberapa menit kemudian ia kembali melahirkan seorang bayi laki-laki berkulit hitam.

Menurut dokter, bayi kembar identik berbeda warna kulit seperti bayi Richardson sangat langka. Peluangnya sekitar satu dalam sejuta kelahiran. Setelah si kembar, keluarga ini memiliki bayi perempuan lain, Tiyannah, yang berkulit putih.

"Sebelum si kembar lahir, saya mengira semua anak saya akan memiliki warna kulit saya," kata sang ibu kepada Daily Mail. "Tapi setelah Layton, saya tak yakin lagi," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Sang ibu merasa khawatir penampilan anak-anaknya mempengaruhi saat mereka beranjak besar dan harus masuk sekolah. Kerry membeberkan telah memberitahu Layton soal perbedaan warna kulit dengan saudara kembarnya.

Di Inggris, ditemukan pula orangtua berkulit hitam dengan anak yang memiliki kulit putih, bermata biru dan berambut pirang. Dokter menyebut anak pasangan Ben dan Angela Ihegboro, bayi Nmachi tidak mengidap albino namun kejadian medis yang sangat langka.

"Dia adalah anak saya. Dia adalah seorang bayi cantik, bayi keajaiban," ujar sang ayah yang berbahagia.
sumber : vivanews.com